ALKUNA
Sifat Fisika Alkuna
Sifat fisis alkuna, yakni titik didih mirip dengan
alkana dan alkena.Semakin tinggi suhu alkena, titik didih semakin besar. Pada
suhu kamar, tiga suhu pertama berwujud gas, suhu berikutnya berwujud cair
sedangkan pada suhu yang tinggi berwujud padat.
Sifat Kimia Alkuna
Adanya ikatan rangkap tiga yang dimiliki alkuna
memungkinkan terjadinya reaksi adisi, polimerisasi, substitusi dan pembakaran
Manfaat Alkuna :
1.
Gas asetilena (etuna) digunakan untuk bahan bakar las.
Ketika asetilena dibakar dengan oksigen maka dapat mencapai suhu 3000ยบ C. Suhu
tinggi tersebut mampu digunakan untuk melelehkan logam dan menyatukan
pecahan-pecahan logam.
2.
Asetilena terklorinasi digunakan sebagai pelarut.
Asetilena klorida juga digunakan untuk bahan awal pembuatan polivinil klorida
(PVC) dan poliakrilonitril.
3.
Karbanion alkuna merupakan nukleofil yang sangat bagus
dan bisa digunakan untuk menyerang senyawa karbonil dan alkil halida untuk
melangsungkan reaksi adisi. Dengan demikian sangat penting untuk menambah
panjang rantai senyawa organik.
Pengelasan dengan oksi – asetilin adalah proses
pengelasan secara manual dengan pemanasan permukaan logam yang akan dilas atau
disambung sampai mencair oleh nyala gasasetilin melalui pembakaran C2H2 dengan
gas O2 dengan atau tanpa logam pengisi. Proses penyambungan dapat dilakukan
dengan tekanan (ditekan), sangat tinggi sehingga dapat mencairkan logam.
Nyala hasil pembakaran dalam las oksi-asetilen dapat
berubah bergantung pada perbandingan antara gas oksigen dan gas asetilennya.
Ada tiga macam nyala api dalam las oksi-asetilen seperti ditunjukkan pada
gambar di bawah :
a. Nyala asetilen lebih (nyala karburasi)
b. Nyala oksigen lebih (nyala oksidasi)
c. Nyala netral
permasalahannya:
mengapa nyala api dalam las oksi-asetilen berbeda-beda ada yang Nyala asetilen lebih (nyala karburasi),
Nyala oksigen lebih (nyala oksidasi), Nyala
netral dan bagaimana dengan kegunaan nyala api yang berbeda-beda
tersebut
dalam kehidupan sehari-hari ??
tolong di jelaskan terimakasih....
baiklah saudari wely saya akan mencoba menjawab permasalahan anda:
BalasHapusKarena sifatnya nyala asetilen berlebih yang dapat merubah komposisi logam cair dan nyala oksigen berlebih tidak dapat digunakan untuk mengelas baja.Suhu Pada ujung kerucut dalam kira-kira 3000° C dan di tengah kerucut luar kira-kira 2500° C.
kegunaan pengelasan oksi-asetilen sangat banyak, antara lain :
o peralatan relatif murah dan memerlukan pemeliharaan minimal/sedikit.
o Cara penggunaannya sangat mudah, tidak memerlukan teknik-teknik pengelasan yang tinggi sehingga mudah untuk dipelajari.
o Mudah dibawa dan dapat digunakan di lapangan maupun di pabrik atau di bengkel-bengkel karena peralatannya kecil dan sederhana.
o Dengan teknik pengelasan yang tepat hampir semua jenis logam dapat dilas dan alat ini dapat digunakan untuk pemotongan maupun penyambungan.
trimakasih
baiklah menurut saya, nyala api dalam las oksi-asetilen berbeda-beda hal ini di dasarkan pada bentuk dan warna nyala gas itu sendiri.
BalasHapus1. Nyala Asetilen lebih (nyala karburasi), bila terlalu banyak perbandingan gas asetilen yang digunakan maka di antara kerucut dalam dan kerucut luar akan timbul kerucut nyala baru berwarna biru. Di antara kerucut yang menyala dan selubung luar akan terdapat kerucut antara yang berwarna keputih-putihan, yang panjangnya ditentukan oleh jumlah kelebihan asetilen.
2. Nyala Netral, Nyala ini terjadi bila perbandingan antara oksigen dan asetilen sekitar satu. Nyala terdiri atas kerucut dalam yang berwarna putih bersinar dan kerucut luar yang berwarna biru bening.
3. Nyala Oksigen Lebih (nyala oksidasi) Bila gas oksigen lebih daripada yang dibutuhkan untuk menghasilkan nyala netral maka nyala api menjadi pendek dan warna kerucut dalam berubah menjadi ungu. Nyala ini akan menyebabkan terjadinya proses oksidasi atau dekarburisasi pada logam cair.
sedangkan kegunaan nyala api yang berbeda-beda itu contohnya pada pemotongan pelat logam dimana pada sistem kecepatan pemotongan dapat diatur.
Terimakasih..
menurut saya nyala hasil pembakaran dalam las oksi-asetilen dapat berubah bergantung pada perbandingan antara gas oksigen dan gas asetilennya.
BalasHapusbenar yang dikatakan saudari misda tentang penjelasan :
1. Nyala Asetilen lebih (nyala karburasi), bila terlalu banyak perbandingan gas asetilen yang digunakan maka di antara kerucut dalam dan kerucut luar akan timbul kerucut nyala baru berwarna biru. Di antara kerucut yang menyala dan selubung luar akan terdapat kerucut antara yang berwarna keputih-putihan, yang panjangnya ditentukan oleh jumlah kelebihan asetilen.
2. Nyala Netral, Nyala ini terjadi bila perbandingan antara oksigen dan asetilen sekitar satu. Nyala terdiri atas kerucut dalam yang berwarna putih bersinar dan kerucut luar yang berwarna biru bening.
3. Nyala Oksigen Lebih (nyala oksidasi) Bila gas oksigen lebih daripada yang dibutuhkan untuk menghasilkan nyala netral maka nyala api menjadi pendek dan warna kerucut dalam berubah menjadi ungu. Nyala ini akan menyebabkan terjadinya proses oksidasi atau dekarburisasi pada logam cair.
sedangkan kegunaan nyala api yang berbeda-beda itu contohnya pada pemotongan pelat logam dimana pada sistem kecepatan pemotongan dapat diatur.
terimakasih...
assalamualaikum wr.wb
BalasHapusbaiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan saudari wely. Menurut saya itu karena adanya :
Nyala Api Netral,Kegunaan dari nyala api netral ini untuk heat treatment logam agar mengalami surfacehardening. Nyala api kerucut dalam berwarna putih menyala. Nyala api kerucut antara tidak ada. Nyala api kerucut luar berwarna kuning
Nyala Api Oksigen Lebih
Sering digunakan untuk pengelasan logam perunggu dan kuningan.Setelah dicapai nyalaapi netral kemudian kita kurangi aliran gas asetilen maka kita akan dapatkan nyala api oksigenlebih. Nyala apinya pendek dan berwarna ungu, nyala kerucut luarnya juga pendek.
Nyala Api Asitilen lebih Setelah dicapai nyala api netral kemudian kita mengurangi aliran gas oksigen. Nyala apimenampakkan kerucut api dalam dan antara. Nyala api luar berwarna biru.
TERIMA KASIH..