ALKOHOL DAN
FENOL
Alcohol adalah turunan hidroksil dari alkana R – H,
maupun sebagai turunan alkil dari air. Terdapat di alam terutama dalam bentuk
ester. Merupakan senyawa yang banyak penggunaannya, terutama sebagai pelarut
senyawa organik, disamping itu pembuat senyawa-senyawa organic yang lain.
Berdasarkan cara pembuatan maupun reaksi-reaksinya, alcohol merupakan senyawa
hidroksida turunan dari alkana atau air.
Alkohol merupakan kelompok senyawa organik yang cukup
populer dan rumus molekulnya secara umum dapat dituliskan sebagai R-OH, dengan
R- adalah gugus alkil dan gugus hidroksil –OH sebagai gugus fungsi. Fenol
mempunyai struktur yang hampir mirip dengan alkohol tetapi gugus fungsinya
melekat langsung pada cincin aromatik. Dan dengan Ar- (sebagai aril) maka rumus
umum fenol dituliskan Ar-OH.
Karena merupakan turunan alkana, maka kemungkinan atom
hydrogen yang digantikan oleh gugus hidroksi dapat satu atau lebih, sehingga :
a. Monohidroksi alcohol, yaitu alcohol yang mengandung satu gugus hidroksi.
b. Polihidroksi alcohol, yaitu alcohol yang mengandung lebih dari satu gugus
hidroksi.
Atom oksigen yang bervalensi dua, biasa satu atau
keduanya berikatan dengan karbon, bila satu berikatan dengan hydrogen dan lain
terikat dengan karbon C – O – H. bentuk senyawa ini merupakan senyawa organic
hidroksilat. Ini yang disebut gugus fungsi hidroksil (OH-). Bila gugus –OH
terikat pada atom alifatis disebut alcohol, alifatik dan bila gugus O – H
terikat pada cincin aromatis disebut fenol. Sifat kimia keduanya ini berbeda,
alcohol alifatis dapat dibagi berdasarkan dimana gugus O – H terikat pada atom
karbon : yaitu primer, sekunder, dan tersier.
Fenol mempunyai gugus yang seperti alcohol akn tetapi
gugus fungsinya melekat langsung pada cincin aromatic. Tata namanya biasanya
dipergunakan nama lazim dengan akhiran –ol. Fenol mempunyai sifat-sifat, yaitu :
a. Mempunuai sifat asam
b. Mudah dioksidasi
c. Member reaksi-reaksi berwarna dengan FeCl3
d. Mempunyai sifat antiseptic, beracun, dan mengikis
e. Fenol bisa digunakan sebagai antiseptikum, aspirin, dan fenolftalein.
Perbedaan
alcohol dan fenol :
a. Hydrogen pada fenol bersifat asam daripada alcohol
b. Gugus –OH pada fenol terikat [ada cincin aromatic sedang pada alcohol
terikat pada atom terbuka, gugus OH pada arometik sulit disubtitusi pada
alcohol biasa disubtitusi.
c. Gugus –OH pada aromatik (fenol) sulit tersubtitusi dibandingkan gugus –OH
pada alcohol.
Manfaat alkohol dan fenol :
Metanol yang diubah menjadi metanal digunakan
untuk membuat polimer. Disamping itu, methanol juga digunakan sebagai
pelarut dan untuk membuat senyawa organic lain seperti ester.
Etanol tidak beracun, tetapi bersifat memabukkan dan
menyebabkan kantuk karena menekan aktivitas otak atas. Dalam
kehidupan sehari-hari, alcohol dapat kita temukan dalam spiritus, dalam alcohol
rumah tangga dalam tape maupun miniman beralkohol.
Butil hidroksitoluena (BHT) merupakan turunan sintetik
dari fenol yang
digunakan
sebagai pengawet makanan. Turunan fenol lainnnya yaitu timol digunakan sebagai
antiseptik dalam pembuatan obat kumur.
Permasalahannya
asalah :
mengapa etanol lebih tidak berbahaya di bandingkan dengan metanol...
Baiklah saudari wely saya akan mencoba menjawab permasalahan anda
BalasHapusetanol dan methanol sebenarnya masih satu golongan dengan alkohol, bedanya adalah rumus kimianya yakni etanol adalah C2H5OH sedangkan metanol berumuskan CH3OH dan tentu sifat-sifatnya juga ada perbedaan, walaupun juga banyak persamaannya.
Etanol bisa diperoleh dari hasil fermentasi buah-buahan atau gandum dan lain-lain, dan banyak dikonsumsi sebagai minuman berakohol seperti bir, anggur (wine), brandy dan lain-lain.
Sedangkan metanol umumnya bukan dikonsumsi sebagai minuman, karena sifatnya yang lebih beracun dan dipakai sebagai bahan bakar seperti spiritus yang berwarna biru itulah methanol.
Baiklah saudari wely saya akan mencoba menjawab permasalahan anda
BalasHapusAda dua ‘jenis’ alkohol yang amat mirip baik dalam penampilan,bau maupun rasanya yaitu ethanol dan methanol. Ethanol adalah bahan dasar pembuatan minuman keras (beverage) dengan kadar bervariasi, sedangkan methanol tidak pernah dipakai untuk campuran miras dan hanya digunakan dalam industri dan dalam bahasa sehari-hari kita dinamakan dengan ’spiritus’. Mengingat ‘kemiripan’ antara kedua zat ini, acapkali sering diproduksi secara ilegal miras yang berbahankan methanol yang memang mudah didapatkan dengan harga cukup murah.
terima kasih
Baiklah saudari wely saya akan mencoba menjawab permasalahan anda
BalasHapusMethanol termasuk golongan racun sangat berbahaya. Dengan dosis 30 mililiter saja yang dikonsumsi dapat menyebabkan kebutaan permanen karena kerusakan dari serat saraf mata. Pada dosis 100 mL methanol ini dapat menyebabkan kematian.Methanol sendiri sebenarnya bukanlah bahan beracun, namun dalam perjalanannya dia mengalami metabolisme (penguraian zat) menjadi formaldehyde selanjutnya diurai lagi menjadi asam format ( formic acid ) oleh enzym alcohol dehydrogenase. Asam format inilah yang mempunyai daya rusak yang kuat pada hati ( lever ) dan ginjal (kidney ). Sebagian besar korban meninggal diakibatkan karena gagal hati dan gagal ginjal.
TERIMA KASIH...