Senin, 30 Desember 2013

UJIAN AKHIR SEMESTER- KIMIA ORGANIK


Ujian Akhir Semester

Kimia Organik I
Nama : Wely Apriliyanti
Nim : RRA1C112001
Dosen: Dr Syamsurizal, M.Si

  Jawaban diposting diblog dan diprint jawabannya diserahkan ke UNJA Pasar dengan staf administrasi paling lambat  tanggal 8 Januari 2014.


1.  Jelaskan dengan dilengkapi data-data fisik dan  kimia bahwa senyawa aromatik lebih mudah disubstitusi dari pada diadisi. Berikan sekurang-kurangnya tiga contoh. Mengapa demikian.

2.   Jelaskan dan buktikan dengan data-data fisik dan kimia bahwa senyawa aromatik berpotensi sebagai bahan bakar, bandingkan datanya dengan bahan bakar komersil.


3.   Anda telah memahami mengapa fenol lebih asam dari pada alkohol. Bandingkan pH fenol dengan asam asetat, selanjutnya bagaimana caranya membuat  fenol lebih bersifat asam dari pada asam asetat(pH fenol lebih kecil dari pada pH asam asetat). Berikan contohnya.

4  Eter secara umum lebih non polar dari pada alkohol. Temukan sekurang-kurangnya  tiga contoh eter yang lebih polar dari pada alkohol, kemukakan alasannya satu persatu. 


JAWABAN SOAL 1-4

1.    1.   Senyawa aromatik adalah senyawa hidrokarbon dengan ikatan tunggal dan ikatan rangkap diantara atom-atom karbonnya. kongfigurasi 6 atom karbon pada senyawa ini di kenal dengan cincin benzene.  Benzena termasuk senyawa aromatik dan memiliki rumus molekul C6H6. Rumus molekul benzena memperlihatkan sifat ketakjenuhan dengan adanya ikatan rangkap. Tetapi ketika dilakukan uji bromin benzena tidakmemperlihatkan sifat ketakjenuhan karena benzena tidak melunturkan warna dari air bromin.
Berdasarkan hasil analisis, ikatan rangkap dua karbon-karbon pada benzena tidak terlokalisasi pada karbon tertentu melainkan dapat berpindah-pindah. Gejala ini disebut resonansi. Adanya resonansi pada benzena ini menyebabkan ikatan pada benzena menjadi stabil, sehingga ikatan rangkapnya tidak dapat diadisi oleh air bromin
Sifat-sifat senyawa aromatik
1.sifat fisik
v  zat cair tidak berwarna
v  memiliki bau yang khas 
v  mudah menguap
v  benzene digunakan sebagai pelarut 
v  tidak larut dalam pelarut polar seperti air tetapi larut dalam senyawa yang kurang polar seperti eter dan tetraklorometana.
v  larut dalam berbagai pelarut organik
v  benzena dapat membentuk campuran azeotrop dengan air
v  densitas : 0,88
2. sifat kimia
v  bersifat toksik karsinogenik ( hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut hanya gunakan jika tidak ada alternatif lain misalnya toluena .
v  merupakan senyawa nonpolar
v  tidak begitu reaktif tetapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
v  lebih mudah mengalami reaksi subtitusi dari pada adisi 

CONTOH REAKSI STUBTITUSI DARI BENZENA
Reaksi benzena umumnya melalui reaksi substitusi, walaupun ada sebagian reaksi yang melalui reaksi adisi. Macam-macam substitusi benzena di antaranya halogenasi benzena, nitrasi benzena, dan  reaksi riedel-crafts.
·         Halogenasi
Dengan adanya katalis besi (III) klorida atau alumunium klorida, benzena dapat bereaksi dengan klorin ataupun bromin membentuk senyawa halobenzena pada suhu kamar. Persamaan reaksi nya adalah sebagai berikut :
Description: reaksi1
·         Nitrasi Benzena
Campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat dengan volume sama dikenal sebagai campuran nitrasi. Jika campuran ini ditambahkan ke dalam benzena, akan terjadi reaksi eksotermal. Jika suhu dikendalikan pada 55°C maka hasil reaksi utama adalah nitrobenzena, suatu cairan berwarna kuning pucat. Reaksinya secara umum:
Description: reaksi2

·         Alkilasi Benzena
Penambahan katalis AlCl3  anhidrat dalam reaksi benzena dan haloalkana atau asam klorida akan terjadi reaksi sangat eksotermis. Jenis reaksi ini dinamakan reaksi Friedel-crafts. Contoh persamaan reaksi:
Description: reaksi3

2.    2.   Senyawa aromatik adalah senyawa dengan derajat Ketidak jenuhan tinggi, memiliki 6 atom  karbon. Senyawa aromatik bersifat stabil sehingga sukar bereaksi, kestabilan ini karena adanya resonansi yang terjadi karena elektron pi pada ikatan rangkapnya bergeser ke ikatan tunggal dan terjadi terus menerus sehingga senyawa aromatik akan sukar diadisi oleh atom lain. Meskipun demikian, benzena yang merupakan salah satu contoh senyawa aromatik, dapat mengalami adisi pada kondisi ekstrim, yaitu pada suhu dan tekanan tinggi serta dengan bantuan katalis. Reaksi ini pun melibatkan radikal bebas.


Sifat Benzena
          Sifat fisik dan sifat kimia senyawa Benzena adalah sebagai berikut.
          Sifat Fisik:
·                     Zat cair tidak berwarna
·                     Memiliki bau yang khas
·                     Mudah menguap
·                     Tidak larut dalam pelarut polar seperti air, tetapi larut dalm pelarut yang kurang polar atau nonpolar seperti eter
·                     Titik lelehnya yaitu 5,5 derajat Celsius
·                     Titik didihnya yaitu 80,1derajat Celsius
Sifat Kimia:
·                     Bersifat kasinogenik (racun)
·                     Merupakan senyawa nonpolar
·                     Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar
·                     Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi


Bilangan Oktan adalah ukuran kemampuan bahan bakar untuk mengatasi ketukan sewaktu terbakar dalam mesin. Bilangan oktan tersebut menyatakan perbandingan banyaknya senyawa alkana rantai lurus  dan isooktana. Bilangan oktan bensin pada proses distilasi adalah 70, ini berarti bensin mengandung 70% isooktana dan 30% alkana rantai lurus. Alkana rantai lurus memilki titik didih lebih tinggi dari isooktana, hal ini menyebabkan mesin tidak terbakar sempurna, proses pembakaran yang tidak sempurna akan menimbulkan suara ketukan pada kendaraan saat berjalan cepat atau saat penanjakan. Untuk mengatasi ketukan tersebut, kedalam bahan bakar harus memiliki lebih banyak alkana rantai cabang dan senyawa aromatik.

Naftalen yang merupakan senyawa benzena aromatik memilki sifat pembakaran yang baik, mudah menguap sehingga tidak menghasilkan getah pada bagian-bagian mesin. Dengan sifat tersebut, naftalen berguna untuk menurunkan ketukan sehingga meningkatkan bilangan oktan pada bensin. Sebagai salah satu komponen tambahan dalam bensin, maka ketika bensin mengalami pembakaran berarti naftalena  juga mengalami pembakaran. Jika dibandingkan dengan pertamax yang memiliki bilangan oktan 92, bensin dengan bilangan oktan 85-88. Yang berarti komponen pertamax lebih banyak mengandung senyawa aromatik, dan pembakaran yang terjadi lebih sempurna.

3.  3.     diketahui pKa fenol= 10 sedangkan pKa asam asetat= 4,75.
Fenol merupakan asam kuat ditengah antara alkohol dan asam asetat. Bersifat asam kuat karena anion yang dihasilkan distabilkan oleh resonansi dengan muatan negatifnya disebar oleh cincin aromatik.
Fenol atau asam karbolat atau benzenol adalah zat kristal tak berwarna yang memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C6H5OH dan strukturnya memiliki gugus hidroksil (-OH) yang berikatan dengan cincin fenil. Kata fenol juga merujuk pada beberapa zat yang memiliki cincin aromatik yang berikatan dengan gugus hidroksil.
Mempunyai sebuah cincin aromatic dengan satu atau lebih gugus hidroksil ,sering bergabung dengan glukosida dan biasanya terdapat dalm rongga sel. Beberapa golongan polimer penting seperti lignin, melanin, dan tannin, adalah polfenol.
Fenol memiliki kelarutan terbatas dalam air, yakni 8,3 gram/100 ml. Fenol memiliki sifat yang cenderung asam, artinya ia dapat melepaskan ion H+ dari gugus hidroksilnya. Pengeluaran ion tersebut menjadikan anion fenoksida C6H5O− yang dapat dilarutkan dalam air.
Dibandingkan dengan alkohol alifatik lainnya, fenol bersifat lebih asam. Hal ini dibuktikan dengan mereaksikan fenol dengan NaOH, di mana fenol dapat melepaskan H+. Pada keadaan yang sama, alkohol alifatik lainnya tidak dapat bereaksi seperti itu. Pelepasan ini diakibatkan pelengkapan orbital antara satu-satunya pasangan oksigen dan sistem aromatik, yang mendelokalisasi beban negatif melalui cincin tersebut dan menstabilkan anionnya.



1.     Yang pertama contohnya pada Etil Metil Eter (Metoksi etana) Jika dibandingkan dengan senyawa alkohol, titik didih dan titik leleh Etil Metil Eter lebih kecil. Ini terjadi karena antar molekul eter tidak membentuk ikatan hidrogen. Sehingga Eter Metil Eter juga cenderung bersifat non polar, sehingga kelarutannya dalam air sangat kecil 

Kedua Dietil eter, yang  dikenal sebagai eter dan etoksi etana, adalah cairan mudah terbakar yang jernih, tak berwarna, dan bertitik didih rendah serta berbau khas. Anggota paling umum dari kelompok campuran kimiawi yang secara umum dikenal sebagai eter ini merupakan sebuah isomernya butanol.
 Ketiga Eter itu sendiri lebih non polar dari pada alkohol  dikarenakan  gugus fungsi yang diikat oleh masing-masing hidrokarbon tersebut, dimana eter memiliki gugugs fungsi  R-O-R, alkena C=C, alkohol R-OH. Polaritas ikatan ditentukan oleh elektronegativitas atom-atom yang terlibat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar